Green Sharks

Tugas-tugas yang menumpuk

Hot

Post Top Ad

Wednesday, 11 May 2016

Penjelasan Pantai (Ahmad, 1995)

Wednesday, May 11, 2016 0
Pantai
Pantai
Menurut Ahmad (1995)Pantai merupakan bagian wilayah pesisir yang memiliki posisi geografis yang unik dan strategis sebagai daerah perbatasan antara daratan dan lautan. Daerah pantai ini juga merupakan lingkungan tumpahan material-material sedimen secara fisik, kimia ataupun secara organis yang didalamnya dapat terjadi interaksi satu sama lain membentuk berbagai macam variasi sedimen.
Selanjutnya Poerbandono (2006) mengemukakan bahwa pantai seperti yang kita lihat adalah hasil kerja interaksi antara kekuatan hidrodinamika (hydrodynamic forcing) dan tanggapan morfodinamika (morphodynamic response). Kekuatan hidrodinamika yang bekerja pada pantai dan kawasan pesisir tidak lain adalah gerakan massa air atau arus laut. Tanggapan morfodinamika merupakan akibat dari aksi hidrodinamika terhadap konfigurasi dasar perairan dan butiran-butiran sedimen di pantai.

Semoga Bermanfaat
Read More

Tuesday, 10 May 2016

Ekologi Chondracanthu Exasperatus

Tuesday, May 10, 2016 0


1)   Habitat
Chondracanthu exasperatus ditemukan pada batuan di bawah zona intertidal dan subtidal. Kedalaman khas berkisar dari 5-10 m. Karena Chondracanthus exasperatus  umumnya ditemukan di kedalaman lebih rendah, sehingga intensitas cahaya lebih rendah dari kebanyakan ganggang intertidal. Selain itu, sering dikaitkan dengan hutan kelp, yang menghalangi sebagian besar cahaya yang tersedia. Chondracanthus exasperatus  mampu melakukan fotosintesis aktif dalam cahaya rendah ini, lingkungan terlindung karena pigmen aksesori yang khusus untuk menyerap cahaya ini disaring.
2)   Substrat
Faktor pembatas untuk kelimpahan C. exasperates biasanya bergantung pada jumlah dan distribusi substrat yang cocok. Sebagian besar biasanya  ditemui melekat pada substrat berbatu.
3)   Asosiasi
Hewan yang hidup dengan habitat batu intertidal bawah, di mana C. exasperates paling sering ditemukan, adalah tugas besar karena daerah ini adalah yang paling produktif dari habitat intertidal. Beberapa hewan yang paling berlimpah termasuk seastars, landak, cacing tabung, siput dan tunicates. Siput ini seperti Tegula yang merupakan hervibora alga, terutama C. exasperates. Namun, penyelidikan membuktikan peran siput dalam pertumbuhan budidaya C. exasperates telah menunjukkan bahwa efeknya secara keseluruhan positif, terutama pada tahap germling.Ganggang muda biasanya tumbuh cukup cepat untuk mengganggu herbivora langsung. Sebaliknya, siput memakan diatom, yang tidak akan mengotori pemukiman dan pertumbuhan germlings muda.

Semoga Bermanfaat
Read More

Oseanografi Fisika : Zonasi Benthik

Tuesday, May 10, 2016 0
http://mytask-tugasku.blogspot.com/
zona bentik

Oseanografi Fisika Zona bentik yang merupakan zona dasar laut, terbagi kedalam zona litoral dan zona abisal.
1.     Zona litoral
Zona litoral mulai dari garis pasang tertinggi sampai ke pinggir paparan benua. Garis batas antara zona litoral dengan zona abisal biasanya terletak pada kedalaman 200 m dan sekaligus merupakan batas kemampuan tembus sinar matahari.
Zona litoral masih dapat dibagi lagi ke dalam 3 (tiga) zona utama, yaitu terdiri:
• Zona Atas-Litoral (supralitoral), yang merupakan bentangan pantai diatas zona litoral. Zona ini dapat mengalami siraman air laut pada saat air pasang, sehingga kadang-kadang disebut zona siraman.
• Zona Litoral, yang membentang mulai dari garis pasang rata-rata teratas sampai surut rata-rata terbawah dan sering disebut sebagai zona pasut (pasang surut) atau zona teritip. Zona ini mengalami kekeringan dan perendaman di sebagian waktu dalam sehari.
• Zona Bawah-Litoral (Sublitoral), yang terletak di bawah zona pasut dan selalu terendam di bawah permukaan laut, sehingga disebut pantai terendam. Zona ini membentang sampai ke pinggir paparan benua.

2.     Zona abisal
Zona abisal meliputi dari pinggir paparan benua sampai dasar laut terdalam dari samudera. Zona abisal meluas mulai dari pinggir paparan benua sampai ke bagian dasar laut terdalam dari samudra. Kebanyakan lingkungan dasar abisal ini beerupa lumpur dan jarang sekali yang berupa benda-benda keras seperti batu. Dasar samudra umumnya terdiri dari endapan kapur, terutama dari kerangka Foraminifera, endapan silika terutama dari kerangka diatom, dan lempung merah di dasar yang lebih dalam dengan tekanan air luar biasa besarnya sehingga membuat zat-zat lain mudah sekali terlarut. Zona abisal ini 82 % berkedalaman antara 2.000 m sampai 6.000 m dengan suhu yang stabil antara 4 0C dan 1,2 0C.


Semoga bermanfaat



Read More

Zonasi Laut Secara Horizontal dan Vertikal

Tuesday, May 10, 2016 0
Zona Pelagik

Ada 2 zonasi laut utama. yakni zonasi pelagik dan zonasi bentik. zonasi pelagik meliputi seluruh kolom air, sedangkan zonasi bentik meliputi seluruh lingkungan dasar.
A.     zonasi pelagic
Zonasi pelagic meliputi seluruh kolom air laut mulai dari dasar hingga permukaan. zonasi pelagic dapat dibagi menjadi 2, yaitu secara vertikal dan horizontal.
Secara horizontal:
a.     zonasi neritik
Zonasi neritik merupakan wilayah lingkungan perairan yang terletak diatas lempeng benua, letaknya yang berdekatan dengan daratan membuat zona ini kaya kandungan unsur hara dan kandungan sedimen tinggi. zona ini dangkal sehingga tembus cahaya, meskipun dengan substrat tertentu zona ini keruh karena sedimentasi.
b.     zonasi Oseanik
Zonasi oseanik merupakan wilayah lingkungan perairan yang terletak di luar lempeng benua, kandungan unsur hara kurang, kandungan sedimen relative lebih sedikit sehingga daya tembus cahaya  kuat sampai dengan 200m.

Secara vertikal :
a.     zonasi Epipelagic
Zona epipelagik merupakan bagian kolom air paling atas. zona epipelagik disebut juga sebagai zona Fotik dengan kedalaman 200m. Pada dan dekat bagian permukaan zona ini penyinaran matahari siang hari diatas optimal bahkan letal bagi phytoplankton. Di bawah lapisan ini desebut zona bawah permukaan merupakan tempat yang aktif bagi phytoplankton. Sedangkan bagian paling bawah merupakan lapisan dimana terdapat zooplankton pada siang hari.
b.     Zona Mesopelagic
Zona mesopelagik terletak dibawah zona epipelagik. Zona ini memiliki kedalaman 201 – 1000 m. Karena letaknya dibawah zona fotik maka mulai dari zona mesopelagik sampai kepada zona abisopelagik, disebut sebagai zona Afotik. Artinya, pada zona ini tidak terdapat kegiatan yang menghasilkan produksi primer. Zona mesopelagik dihuni oleh konsumen primer yang memanfaatkan detritus (jasad renik) yang turun dari lapisan yang lebih dangkal. Pada zona ini terdapat lapisan termoklin, yaitu lapisan perairan dimana suhunya berubah secara drastis.
c.      Zona Batipelagic
Zona batipelagik memiliki kedalaman antara 1001 m sampai 4000 m atau sama dengan dasar laut. Sifat-sifat fisiknya seragam.
d.     Zona Abisopelagic
Zona abisopelagik disebut juga sebagai zona palung. Biota air yang hidup di zona ini mengalami kegelapan karena tidak ada cahaya, suhu dingin dan tekanan air yang tinggi. Di perairan abisopelagik ini tidak ada cahaya kecuali cahaya yang berasal dari hewan-hewan laut (bioluminescence).
Semoga bermanfaat



Read More

Monday, 9 May 2016

Pengertian Beserta Proses Terbentuknya Sedimen dan Sedimentasi

Monday, May 09, 2016 0
Sedimentasi
Sedimen adalah endapan material padat pada permukaan bumi dari beberapa medium (udara, air, dan es) pada kondisi permukaan di atas normal. Sedimen adalah partikel yang diendapkan secara perlahan-lahan di dasar perairan, yang berasal dari pembongkaran batu-batuan dan potongan-potpongan kulit (shell) serta sisa-sisa rangka dari organisme laut dan ukuran partikel-partikel ini sangat ditentukan oleh sifat-sifat fisik mereka dan akibatnya sedimen yang terdapat pada berbagai tempat di sunia mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda antara yang satu dengan yang lainnya (Hutabarat dan Evans, 1984).
Selanjutnya dikatakan bahwa sedimentasi akan lebih dominan terjadi apabila kekuatan arus atau gaya dari agen transportasi mulai menurun, sehingga berada dibawah titik daya angkutnya akibatnya material-material yang tersuspensi mulai terendapkan, kecepatan pengendapan suatu material sedimen tergantung dari gaya beratnya sehingga umumnya material yang mempunyai ukuran kasar akan diendapkan lebih cepat menyusul material yang lebih halus, (Hutabarat dan Evans, 1984).
Sedimentasi merupakan akibat dari adanya erosi dan memberi pengaruh yang besar terhadap lingkungan, antara lain terjadinya endapan yang mengganggu stabilitas pantai dan juga mempengaruhi organisme biotik disekitarnya, utamanya terumbu karang (Ukkas dalam Halianah, 2004 ).

Semoga Bermanfaat
Read More

Jenis dan Proses Terbentunknya Lembah Lautan (Ocean Basin)

Monday, May 09, 2016 0

Pada mulanya dipercaya bahwa permukaan dasar lautan itu adalah datar dan tidak mempunyai bentuk, tetapi ilmu-ilmu modern telah membuktikan bahwa  topografi  mereka adalah kompleks seperti daratan. Bentuk bentuk itu adalah: Ridge dan Rise, Trench, Abyssal plain, Continental Island, Island Arc, Mid-Oceanic Volcanic Islands, Atol-atol, Seamount dan Guyot (Hutabarat dan Evans, 1985).

1.   Ridge dan Rise
Ini adalah bentuk proses peninggian yang terdapat diatas lautan yang hampir serupa dengan adanya gunung - gunung di daratan. Perbedaannya hanya pada letak  kemiringannya. Ridge lerengnya lebih terjal dibanding rise. Ridge dan rise utama yang membentang di dunia bergabung menjadi satu dan membentuk satu rantai yang amat panjang yang dikenal sebagai mid-oceanic ridge system

Mid-Oceanic Ridge System





Galapagos Ridge

2.   Trench
Bagian laut yang terdalam yang bentuknya seperti saluran yang seolah-olah terpisah sangat dalam yang terdapat diperbatasan antara benua dan kepulauan. Mereka biasanya mempunyai kedalaman yang sangat besar. Contoh: Java Trench Kedalamannya sebesar 7.700 m

3.   Abyssal Plain (daratan abyssal)


Daerah ini relatif terbagi rata dari permukan bumi yang terdapat dibagian sisi yang mengarah kedaratan dari sistem mid oceanic ridge.





 Abyssal Plain

4.   Continental Island  (pulau pulau benua)
Beberapa pulau seperti Greenland dan Madagaskar menurut sifat geologinya merupakan bagian dari massa tanah daratan benua besar yang kemudian menjadi terpisah. Daerah- daerah ini lapisan kerak buminya terdiri dari batuan batuan besi (granitic) yang jenisnya sama dengan yang terdapat di daratan benua.

Continental Island


5.   Island Arc  (kumpulan pulau ulau)
Kumpulan pulau-pulau seperti kepulauan Indonesian juga mempunyai perbatasan dengan benua, tetapi mempunyai asal yang bebeda. Kepulauan ini terdiri dari batuan-batuan vulkanik dan sisa sisa sedimen pada bagian pemukaan kulit lautan.
6.    Mid-Oceanic Volcanic Island (pulau pulau vulkanik yang terdapat di tengah-tengah lautan)
Daerah ini terdiri dari banyak pulau-pulau kecil, khususnya terdapat di Lautan Pasifik, dimana letak mereka sangat jauh dari massa daratan (Kepulauan Hawaii).




Mid-Oceanic Volcanic Island

7.   Atol-Atol
Daerah ini terdiri dari kumpulan pulau yang sebagian tenggelam dibawah permukaan air. Batuan batuan disini ditandai dengan adanya terumbu karang yang terbentuk  seperti cincin yang mengelilingi sebuah lagon yang dangkal.


Atol Atafu (Pacific Ocean)

8.   Seamount dan Guyot

Merupakan gunung berapi yang muncul dari dasar lautan,tetapi tidak muncul sampai kepermukaan laut. Seamount mempunyai lereng yang lebih yang curam dan puncaknya runcing (tinggi sekitar 1 km atau lebih). Guyot mempunyai bentuk yang sama dengan seamount tetapi pada bagian puncaknya datar.

    



Seamount dan Guyot

Batas-Batas Pantai
(Coastal margins)

Daerah peralihan antara daratan dan lautan sering ditandai dengan adanya perubahan kedalaman yang berangsur angsur. Disini dapat dibedakan menjadi tiga daerah: Continental Shelf, Continental Slope, dan Continental Rise.
Continental Shelf adalah suatu daerah yang mempunyai lereng yang landai dan berbatasan langsung dengan daerah daratan. Kemiringannya kira kira 0,4% dan mempunyai lebar 50-70 km dan kedalaman maksimum tidak lebih besar diantara 100-200 meter.  Continental  slope  mempunyai  lereng  yang  lebih  terjal  dari  continental   shelf dimana kemiringannya berkisar antara 3% sampai 6%. Continental Rise merupakan daerah ini merupakan daerah yang mempunyai lereng yang kemudian perlahan lahan menjadi datar pada dasar lautan.

Batas-batas pantai yang memperlihatkan Continental shelfContonental slope, dan Continental rise,
Read More

Entitas Model Dunia Nyata Ke GIS

Monday, May 09, 2016 0
Contoh Gambar SIG

SIG merupakan sebuah sistem informasi melakukan penyederhanaan terhadap fenomena dunia nyata. Pendekatan yang dilakukan oleh GIS ini adalah secara spasial dan non spasial.Proses interpretasi fenomena alami dengan menggunakan model dunia nyata dan model data disebut dengan pemodelan data.
Model dunia nyata membutuhkan 3 entitas , informasi dasar yang dibutuhkan tersebut adalah :
1.      Klasifikasi Jenis
2.      Attribut
3.      Hubungan
Model dunia nyata hanya menerangkan kenyataan yang pada dunia nyata. Pembawa informasi dari model dunia nyata disebut entitas (entity).
•        Jenis Entitas
Jenis entitas didasarkan atas asumsi bahwa fenomena yang seragam dapat digolongkan kedalam klasifikasi yang sama. Tetapi dalam proses pengklasifikasian setiap jenis entitas harus dinamakan unik agar tidak terjadi kesalahan.
•        Jenis Attribut
Attribut dapat diartikan sebagai data yang menerangkan sebuah entitas. Sebuah entitas dapat memiliki beberapa attribut. Misalnya sebuah danau memiliki data attribut kedalaman, kualitas air dan sebagainya. Attribut juga dapat menggambarkan data kuantitatif seperti rasio, interval. Ada juga data kualitatif dimana menjelaskan entitas secara deskriptif.
•        Hubungan Entitas
Sebuah entitas memiliki hubungan atau keterkaitan dengan entitas-entitas lainnya.Untuk menjelaskan sebuah entitas tertentu perlu dijelaskan kaitannya dengan entitas-entitas lain.
Dunia nyata memudahkan pembelajaran dari area yang terpilih dengan mengurangi jumlah komplensipitas direalisir model dunia nyata yang aman digunakan harus di database.Tidak seperti manusia, komputer tidak bisa memproses hal-hal dasar, yang mereka bisa hanya manipulasi objek geometri seperti point, line, area, yang digunakan model data diketahui sebagai objek. Objek tersebut yaitu Jenis, Atribut, Hubungan, Geometri, Kualitas.
Model dunia nyata dan objek tidak bisa di realisir langsung di data base, sebagian karena single entitas bisa jadi terdiri atas beberapa objek.Objek pada model data GIS digambarkan dnegan macam-macam elemen geometri, atribut, relasi dan kualitas.. Model data bisa ditujukan termasuk:
•        Objek fisik: jalan, aliran sungai, properti
•        Objek material: vegetasi, zona iklim
•        Kejadian: kecelakaan atau kebocoran air
•        Perubahan objek yang berkelanjutan: perubahan suhu
•        Objek tiruan: elevasi kontur, kerapatan populasi, objek tiruan untuk gambaran yang terpilih dan database (raster).
Objek dalam peta dapat disimbolkan dengan titik, garis, area
a.        Titik (Point)
Titik merupakan simbol tanpa dimensi. Simbol titik digunakan untuk menggambarkan objek yang tidak memiliki kenampakan unsur ukuran geometris pada peta misalnya gedung, rumah dan sebagainya.
b.        Garis
Garis adalah simbol dimensional yang memiliki sebuah panjang. Garis dapat digunakan untuk simbol jalan, sungai dan sebagainya
c. Area
Area sering disebut dengan poligon, area merupakan simbol dua dimensional. Area biasanya memberikan informasi mengenai unsur wilayah. Area dibatasi minimal 3 garis batas yang masing-masing memiliki titik awal dan akhir.
Penggunaan lahan dikota, biasanya dalam bentuk peta raster. Setiap kategori diberi simbol tersendiri pada peta. Dalam database, daerah disajikan oleh poligon (yaitu, data bidang dilingkupi oleh paling sedikit tiga garis lurus berpotongan dari beberapa titik). Oleh karena itu,istilah polygon ini sering digunakan sebagai pengganti daerah.
Kenyataan fisik ini sering digambarkan dengan membaginya kekotak teratur atau persegi panjang supaya semua objek yang digambarkan dalam bentuk area. Seluruh struktur data ini disebut grid. Semua sel-sel dari grid dalam model data atau database adalah ukuran seragam dan bentuk tetapi tidak memiliki batasan fisik dalam bentuk garis-garis geometris.Dunia tiga dimensi dengan fenomena memiliki lokasi dan luas permukaan di kedua elevasi dan bidang tanah.
Sumber Asli : 
Tor Bemhardsen, Geograpic information Systems, an Introductio, Second edition.
Di Terjemahkan : Dewi Sri Kurnia


Semoga bermanfaat 
Read More

Post Top Ad